
Sidoarjo, Gema Nusantara – Aksi kepedulian kembali ditunjukkan komunitas Info Lantas Sidoarjo (ILS) dengan melakukan penambalan jalan berlubang secara swadaya di sejumlah titik rawan di wilayah Sidoarjo. Kegiatan dimulai sejak pukul 22.00 WIB dengan menyasar ruas Jalan Raya Sukodono, Saimbang hingga Sarirogo.
Para anggota memilih bekerja pada malam hari untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas sekaligus meminimalisir risiko saat proses penambalan berlangsung. Aksi ini dilakukan menggunakan dana hasil sumbangan internal komunitas dan para simpatisan. Dipastikan tidak ada bantuan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Sekretaris ILS, Cak Peppy, menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni bentuk kepedulian anggota terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Ini murni dari swadaya teman-teman ILS. Dana berasal dari sumbangan anggota dan donatur yang peduli. Tidak ada sumbangan apapun dari Pemkab Sidoarjo,” ujarnya.
Ia menyebut, langkah tersebut diambil karena banyaknya laporan masyarakat terkait kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan, namun belum mendapat penanganan cepat.
“Kami sering menerima aduan pengendara yang jatuh atau hampir celaka akibat jalan berlubang. Sayangnya, laporan-laporan itu terkesan lambat ditindaklanjuti. Padahal ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tambahnya.

Salah satu anggota ILS menjelaskan bahwa material yang digunakan bukan aspal baru. Mereka mengumpulkan remah-remah sisa penambalan aspal yang tercecer dan tidak dibersihkan saat pengerjaan perbaikan jalan oleh dinas PU, kemudian mencampurnya dengan solar agar dapat dipadatkan kembali.
“Ini memang hanya solusi sementara. Kami bukan lembaga teknis. Materialnya dari sisa-sisa aspal yang tercecer, kami campur solar supaya bisa merekat. Walau tidak permanen, setidaknya cukup membantu pengguna jalan agar tidak terperosok,” ungkapnya.
Aksi ini sekaligus menjadi bentuk kritik sosial terhadap kinerja dinas terkait yang dinilai kurang responsif terhadap laporan masyarakat. ILS berharap adanya evaluasi dan percepatan penanganan infrastruktur jalan, sehingga tidak selalu bergantung pada inisiatif swadaya warga.

“Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas. Kami hanya membantu semampu kami. Harapannya tentu ada perbaikan permanen dari pihak berwenang,” pungkas Cak Peppy. (Gus)





