Pasien Hamil Tua Meninggal Dunia Bersama Bayinya di RS Melati Husada Malang, Keluarga Minta Penjelasan Pihak Rumah Sakit

Malang, GemaNusantara – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhumah Gita Hayuningsasi, warga Malang (alamat lengkap ada di redaksi). Perempuan yang tengah hamil tua itu meninggal dunia bersama bayi laki-laki yang dikandungnya saat menjalani perawatan di RS Melati Husada (RSMH) Malang, pada Selasa (21/10/2025) sore.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tragis ini bermula ketika Gita bersama sang suami, Haris, datang ke RSMH pada Senin (20/10/2025) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka bermaksud melakukan pemeriksaan rutin kehamilan yang diperkirakan sudah memasuki masa persalinan. Pemeriksaan dilakukan di poliklinik rumah sakit oleh tim tenaga kesehatan yang dipimpin dr. Subandi.

Menurut keterangan Haris kepada awak media, dari hasil pemeriksaan awal, dokter menyarankan agar pasien pulang sementara untuk mengambil perlengkapan pribadi karena akan menjalani perawatan lanjutan. Sekitar pukul 14.00 WIB, Gita kembali ke rumah sakit dan langsung mendapat penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), termasuk pemasangan infus dan pemeriksaan lanjutan menggunakan alat USG yang menunjukkan janin berjenis kelamin laki-laki.

Namun, kondisi Gita tidak menunjukkan perkembangan yang diharapkan. Ia menjalani dua kali proses induksi selama dirawat di RSMH hingga hari kedua, Selasa (21/10/2025). Menurut keluarga, meski sudah mendapatkan tindakan medis, kondisi Gita justru semakin lemah. Sekitar pukul 17.00 WIB, dokter menyatakan Gita dan bayi yang dikandungnya meninggal dunia.

Kepergian Gita yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Ia meninggalkan seorang suami dan dua anak perempuan, yang masih bersekolah di taman kanak-kanak dan sekolah dasar.

“Awalnya kami percaya semua akan baik-baik saja. Kami sudah siapkan perlengkapan untuk persalinan, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Kami hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Haris dengan suara bergetar saat ditemui di rumah duka.

Pihak keluarga berharap pihak RS Melati Husada memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pasti kematian Gita dan bayinya, serta memastikan bahwa seluruh prosedur medis telah dijalankan sesuai standar. Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Sementara itu, suasana haru menyelimuti rumah duka di kawasan Candi Mendut, Malang. Sejumlah tetangga, kerabat, dan rekan almarhumah tampak hadir mengikuti ta’ziah hingga prosesi pemakaman di TPU Sama’an, Malang. Tangis keluarga mengiringi kepergian ibu muda yang dikenal ramah dan penyayang anak itu.

Kematian Gita Hayuningsasi dan bayinya menjadi sorotan warga sekitar dan memunculkan harapan agar pihak rumah sakit lebih meningkatkan pengawasan terhadap proses penanganan pasien hamil, khususnya pada kasus kehamilan berisiko tinggi.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian almarhumah Gita dan bayinya. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap salah satu tetangga yang ikut melayat.
(Gus – Triwono)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 Komentar

  1. Rumah sakit Melati Husada Malang harus memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut. Jangan tidak ada action apapun dari RS melati husada malang pasca kejadian tragis tersebut, mengingat kejadian persalinan bukan di pedalaman atau di pelosok desa melainkan di RS ternama di kota besar yg telah dilengkapi peralatan medis yg memadai dan dokter spesialis.

  2. Betapa mirisnya dan menyayat hati dijaman sekarang dan dilokasi di dalam kota besar sepeeti Malang, RS gagal menyelamatkan seorang ibu yang menjalani proses persalinan hingga ibu dan bayi yang dikandungnya meninggal… masyarakat wajib mengetahui penyebabnya dan pihak RS memberi penjelasan. Apakah proses persalinan sudah sesuai SOP antara lain apakah selama persalinan sudah didampingi secara langsung oleh dokter ahli dan tenaga medis yang kompeten.
    Perlu dievaluasi kinerja RS beserta dokter dan paramedisnya agar kejadian serupa tidak berulang. Kegagalan persalinan tersebut wajib mendapat perhatian terkait sumpah profesi dokter apakah sudah dijalankan…

  3. Sungguh memalukan di zaman yg semakin modern ini hal seperti ini masih terjadi. Kalo kalian memang tidak becus bekerja sbg tenaga medis, entah itu sebagai dokter atau perawat, sebaiknya kalian mengundurkan diri saja sebelum kegoblokan kalian menyebabkan semakin banyak peristiwa seperti ini kepada orang lain. Dan utk pihak rumah sakit, saya benar-benar kecewa krn kelalaian kalian telah membuat nyawa seorang ibu yg baik dan seorang bayi tak berdosa melayang. Kalian hrs bersiap-siap merasakan akibatnya!!!

  4. Sungguh memalukan sekali di zaman yang sudah modern begini, peristiwa semacam ini masih terjadi. Karena kegoblokan dan kelalaian pihak rumah sakit ini, telah menyebabkan seorang perempuan yang baik dan bayinya yang tak berdosa pergi untuk selamanya. Sesuatu harus segera dilakukan karena jika tidak, peristiwa serupa akan menimpa orang lain

  5. pihak rumah sakit hrus sgera menangani dan klarifikasi soal kasus ini, sungguh kelalaian ini membuat wanita dan anaknya pergi untuk slamanya, pihak rumah sakit hrus sgera menangani ini jika tidak, peristiwa semacam ini bisa terjadi lagi..

  6. Seharusnya dari Pihak Dokter pun harus segera melakukan tindakan tanpa menunggu persetujuan lebih lanjut jika pelaksanaan prosedur sudah mengancam nyawa seorang ibu dan bayi ini sudah tertulis dalam UU Nomor 29 Pasal 45 ayat 2 tahun 2004 tentang praktek kedokteran, jangan hanya karena pasien menggunakan BPJS jadi di tidak ada ketegasan dari pihak rumah sakit untuk melaksanakan operasi darurat demi menyelamatkan nyawa ini menunjukkan bahwa tenaga medis masih belum disiplin dalam penanganan pasien kritis saya sangat kecewa.