
Sidoarjo, Gema Nusantara – Memperkuat fondasi moral pemerintahan kembali ditegaskan Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melalui rangkaian silaturahmi ke sejumlah ulama pada Senin (30/3). Agenda ini tidak hanya dimaknai sebagai tradisi pasca-Lebaran, tetapi juga sebagai strategi merawat keseimbangan antara kekuasaan dan nilai-nilai keagamaan dalam pembangunan daerah.
Di tengah dinamika pembangunan yang terus bergerak, peran ulama dinilai tetap menjadi penyangga etis bagi jalannya pemerintahan. Hal ini tercermin dari pertemuan dengan Ketua PCNU Sidoarjo, Kiai Zaenal Abidin, yang menekankan pentingnya integritas dalam kepemimpinan.
“Nomer satu amanah yang telah diberikan oleh Allah melalui Pilkada kemarin harus dijalankan dengan baik, inshalloh ketika amanah itu dijalankan dengan baik, dengan ikhlas, inshalloh semua akan berjalan dengan baik,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kontribusi Nahdlatul Ulama tidak terpisahkan dari pembangunan daerah, terutama dalam mendorong peningkatan layanan publik di sektor kesehatan dan pendidikan.
“Nahdlatul Ulama akan terus ikut bersama-sama membantu keberlangsungan pembangunan yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya.
Dalam pandangannya, relasi antara ulama dan pemerintah selama ini sudah berjalan cukup harmonis, meski tetap membutuhkan penguatan kebersamaan agar lebih solid ke depan.

“Saya pikir secara umum sudah berjalan dengan baik lah (pembangunan), cuma mungkin perlu dirajut kebersamaan lagi karena bagaimanapun kalau semua bisa bersatu, bisa rukun, bisa guyub seperti sebuah hadisnya kanjeng nabi Kal bunyanil wahid, seperti bangunan satu yang kokoh, kalau itu satu bangunan kokoh maka siapapun yang berteduh disana merasa nyaman,”ucapnya.
Sebelum bertemu Ketua PCNU, rombongan Bupati lebih dahulu bersilaturahmi ke pengasuh Pondok Pesantren Al-Amanah Junwangi, Krian, Kiai Nur Kholis Misbah. Dalam kunjungan tersebut, selain menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, rombongan juga meminta doa serta nasihat demi keberlanjutan pemerintahan di Sidoarjo.
Didampingi Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, Kepala BNN Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto, Kepala Kantor Kementerian Agama Sidoarjo H. Mufi Imron Rosyadi, serta sejumlah kepala OPD, kunjungan ini memperlihatkan keterlibatan lintas sektor dalam membangun komunikasi dengan tokoh agama.
Bupati Subandi sendiri menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari peran ulama sebagai pemberi arah moral. Menurutnya, keberhasilan pembangunan selalu memiliki keterkaitan erat dengan dukungan dan bimbingan para kiai.
“Nasihat para ulama sangat kita butuhkan dalam membangun pemerintah daerah, keberhasilan pembangunan suatu daerah tidak pernah terlepas dari peran para kyai,” ujarnya.
Melalui silaturahmi ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berupaya menjaga kesinambungan komunikasi dengan tokoh agama, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan sebagai landasan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (Lisa)





