
Surabaya, Gema Nusantara – Di tengah duka mendalam yang menyelimuti keluarga besar Mariana Mustika, secercah ketenangan datang melalui sikap mulia dan penuh empati dari Rumah Sakit RKZ St. Paulo Surabaya. Meski masih terdapat kekurangan dalam biaya perawatan, pihak rumah sakit mengambil langkah penuh kemanusiaan dengan memfasilitasi pemulangan jenazah lebih dahulu ke pihak keluarga.
Mariana Mustika, warga Pakis Gunung, Surabaya, sebelumnya menjalani perawatan di RS RKZ St. Paulo karena kondisi kesehatan yang menurun drastis. Selama masa perawatan, pihak rumah sakit telah memberikan penanganan medis secara maksimal. Namun takdir berkata lain. Pada hari Jumat lalu, Mariana Mustika dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Kondisi keluarga yang sedang berduka kian berat dengan adanya kendala biaya rumah sakit yang belum sepenuhnya terpenuhi. Namun, dalam situasi tersebut, rumah sakit menunjukkan sikap yang patut diapresiasi. Tanpa mengabaikan prosedur, pihak manajemen RS RKZ St. Paulo mengambil kebijakan bijaksana dengan memberikan kelonggaran administratif dan memperbolehkan jenazah untuk dipulangkan lebih dahulu.
Keputusan tersebut memberikan kelegaan besar bagi keluarga, terutama Maecel Paulus, putra dari almarhumah Mariana. Dalam pernyataannya, Maecel menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh tim rumah sakit.

“Kami tahu bahwa kami belum bisa melunasi seluruh biaya, namun pelayanan dan perhatian yang diberikan sangat luar biasa. Ini bukan hanya soal medis, tapi juga soal kemanusiaan. Kami sekeluarga sangat bersyukur dan sedikit terhibur karena di saat-saat sulit seperti ini, kami tidak dibiarkan sendirian,” ujar Maecel dengan suara bergetar.
Jenazah Mariana Mustika dipulangkan dan tiba di rumah duka pada hari Sabtu, 19 April 2025, pukul 15.15 WIB. Suasana haru menyambut kedatangan jenazah di kediaman almarhumah, namun terlihat pula rasa tenang dari pihak keluarga karena telah diberi kesempatan untuk segera melanjutkan prosesi penghormatan terakhir sesuai adat dan keyakinan mereka.
Direktur Administrasi RS RKZ St. Paulo, dalam pernyataan singkatnya, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari nilai-nilai pelayanan yang dipegang teguh oleh rumah sakit.
“Kami percaya bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya tentang pengobatan, tetapi juga tentang menyertai pasien dan keluarga dalam setiap fase kehidupan, termasuk saat berduka. Kami ingin menjadi rumah sakit yang tidak hanya menyembuhkan tubuh, tapi juga menguatkan hati,” ujarnya.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk komunitas warga sekitar Pakis Gunung dan keluarga besar pasien lainnya yang merasa tersentuh dengan kepedulian yang ditunjukkan rumah sakit.
Kisah Mariana Mustika dan kebaikan hati RS RKZ St. Paulo menjadi contoh nyata bahwa di tengah sistem kesehatan yang kerap dinilai kaku dan birokratis, masih ada ruang besar untuk nilai-nilai kemanusiaan. Rumah sakit ini tak hanya menjadi tempat merawat, tetapi juga rumah harapan, bahkan di saat perpisahan terakhir.
(Roni/Lisa)





