Polsek Taman Bekali Siswa Baru SMP Muhammadiyah 2 Taman dengan Edukasi Lalu Lintas dan Pencegahan Bullying

Sidoarjo, Gema Nusantara – Guna menanamkan nilai-nilai keselamatan dan etika sosial sejak dini, SMP Muhammadiyah 2 Taman menggandeng Polsek Taman, Polresta Sidoarjo, dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada Selasa (22/7/2025) di aula sekolah, dengan menghadirkan Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Taman, Iptu Hari Nurcahyo, sebagai pemateri utama.

Mengangkat dua isu krusial tentang keselamatan berlalu lintas dan bullying di lingkungan sekolah, penyuluhan ini diikuti secara antusias oleh puluhan siswa baru yang tampak aktif berpartisipasi dalam diskusi dan sesi tanya jawab.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, Iptu Hari Nurcahyo menyampaikan bahwa pendidikan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi perlu dimulai dari ruang-ruang edukasi formal seperti sekolah.

“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama. Banyak kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar terjadi karena kurangnya pemahaman dan kedisiplinan dalam berkendara. Oleh karena itu, kami hadir di sini untuk memberikan bekal pengetahuan agar adik-adik bisa lebih waspada dan bertanggung jawab di jalan,” ujar Iptu Hari.

Ia menyoroti berbagai pelanggaran umum yang sering dilakukan pelajar, seperti berkendara tanpa helm, melanggar rambu lalu lintas, hingga penggunaan gawai saat mengemudi. Lebih lanjut, Iptu Hari menegaskan bahwa larangan berkendara di bawah umur bukan sekadar aturan administratif, melainkan bentuk perlindungan hukum terhadap keselamatan generasi muda.

Tak hanya soal lalu lintas, penyuluhan juga mengangkat persoalan bullying yang hingga kini masih menjadi tantangan di dunia pendidikan. Iptu Hari mengajak para siswa memahami bahwa perundungan baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital merupakan tindakan yang dapat berdampak serius pada kesehatan mental dan perkembangan psikologis korban.

“Bullying bukanlah hal sepele. Tindakan mengejek, merendahkan, atau menyisihkan teman bisa meninggalkan luka yang mendalam. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Mari kita ciptakan budaya saling menghormati dan tolong-menolong antar teman,” paparnya.

Ia mendorong terbentuknya budaya empati di lingkungan sekolah dan meminta siswa berani melapor jika menemukan kasus perundungan, baik yang mereka alami maupun yang terjadi pada teman-temannya.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Taman menyambut baik kolaborasi ini dan menilai kehadiran pihak kepolisian dalam MPLS memberi dimensi baru dalam pembentukan karakter siswa.

Ia menambahkan bahwa pemahaman tentang hukum, disiplin sosial, dan tanggung jawab sebagai warga negara seharusnya menjadi bagian integral dari pendidikan di tingkat menengah pertama.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah sesi interaktif yang membuka ruang diskusi antara siswa dan pemateri. Dalam sesi ini, para siswa mengajukan berbagai pertanyaan mulai dari batasan hukum dalam berkendara hingga langkah-langkah konkret yang bisa diambil jika menyaksikan bullying.

Keterlibatan aktif para peserta menjadi indikator bahwa materi yang disampaikan berhasil menyentuh sisi relevansi dan kebutuhan informasi di kalangan pelajar.

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama antara institusi pendidikan dan kepolisian dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar hukum, disiplin, dan peduli terhadap sesama.

Dengan bekal pemahaman yang komprehensif tentang keselamatan berlalu lintas dan bahaya bullying, diharapkan para siswa baru SMP Muhammadiyah 2 Taman mampu tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, baik sebagai pelajar maupun sebagai bagian dari masyarakat yang lebih luas. (Lisa-Arya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *