Pererat Sinergi, Dandim 0829/Bangkalan Gelar Halal Bihalal Bersama BEM se-Kabupaten Bahas RUU TNI dan Peran Strategis Mahasiswa

Bangkalan, Gema Nusantara – Dalam semangat memperkuat sinergi antara TNI dan elemen mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa, Komandan Kodim (Dandim) 0829/Bangkalan, Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd., menggelar acara halal bihalal bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Bangkalan pada Jumat (11/4/2025) di Makodim 0829/Bangkalan.

Acara yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban ini dihadiri oleh 19 mahasiswa dan mahasiswi perwakilan dari 11 perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Bangkalan. Momen ini dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri, sekaligus forum dialog antara TNI dan mahasiswa dalam membahas sejumlah isu kebangsaan, termasuk salah satunya terkait Revisi Rancangan Undang-Undang Tentang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI).

Dalam sambutannya, Letkol Inf Nanang menyampaikan pentingnya mempererat hubungan antara institusi TNI dengan mahasiswa sebagai bagian dari elemen intelektual bangsa. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menyuarakan aspirasi rakyat dan turut serta mengawal jalannya pembangunan nasional, termasuk dalam hal perbaikan dan penguatan institusi pertahanan seperti TNI.

“Peran penting mahasiswa sangat kami harapkan. Sebagai kaum terpelajar, para mahasiswa mampu memberikan ide, saran, masukan, bahkan kritik yang konstruktif demi kemajuan TNI agar tetap menjadi institusi yang profesional, dipercaya, dan dicintai rakyat,” ujar Letkol Nanang.

Ia juga menekankan bahwa TNI bukanlah entitas yang tertutup terhadap kritik, namun justru terbuka untuk berbagai masukan dari masyarakat, termasuk dari para akademisi muda. Dalam konteks Revisi RUU TNI, Letkol Nanang berharap mahasiswa mampu memahami substansi perubahan yang diusulkan, agar kemudian bisa ikut menyosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat secara lebih luas.

“Kita ingin mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam isu-isu kebangsaan, tetapi turut aktif sebagai penyambung lidah rakyat. Dalam hal ini, memahami RUU TNI sangat penting agar tidak terjadi miskonsepsi di tengah masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya sekadar berbicara formalitas, acara halal bihalal tersebut juga diisi dengan sesi diskusi terbuka. Para mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, hingga kritik yang membangun terhadap kinerja TNI, khususnya peran Kodim di tingkat daerah.

A. Khoiri (23), Ketua Koordinator Aliansi BEM se-Kabupaten Bangkalan yang mewakili peserta, mengaku bangga dan mengapresiasi undangan dari Kodim 0829/Bangkalan. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa TNI benar-benar peduli terhadap generasi muda dan membuka ruang komunikasi yang inklusif.

“Kami merasa sangat dihargai sebagai mahasiswa. Ini membuktikan bahwa TNI bukan institusi yang kaku, melainkan terbuka terhadap sumbangsih pemikiran dari mahasiswa. Kami siap untuk terus memberikan kontribusi positif kepada TNI dan bangsa,” tutur Khoiri.

Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa sebagai insan akademisi memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal dinamika kebangsaan secara objektif dan ilmiah. Dengan terlibat dalam diskusi seputar RUU TNI, mahasiswa dapat turut andil dalam membentuk arah reformasi pertahanan yang inklusif dan berpihak pada rakyat.

Acara ini ditutup dengan sesi ramah tamah, foto bersama, dan penegasan komitmen dari kedua belah pihak untuk terus menjaga komunikasi yang baik antara TNI dan mahasiswa.

Letkol Inf Nanang berharap kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan secara berkala sebagai forum silaturahmi sekaligus edukasi bersama dalam menciptakan pemahaman yang utuh antara institusi pertahanan dan elemen intelektual muda.

“Semoga Kodim 0829/Bangkalan bersama teman-teman mahasiswa dapat terus bersinergi dan berkolaborasi dalam setiap kesempatan, guna membangun bangsa Indonesia yang lebih baik dan kuat di masa depan,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara TNI dan mahasiswa tidak hanya sebatas seremoni, tetapi menjelma menjadi kolaborasi nyata dalam menjaga stabilitas nasional, memperkuat wawasan kebangsaan, serta membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai kebersamaan dan kecintaan pada tanah air.
(Lisa/Gus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *