
BANGKALAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H dan memasuki puasa Ramadhan ke-29, jamaah Sholawat Macan Jenggolo mengadakan ziarah ke makam Syaikhona Muhammad Kholil (Mbah Kholil) di Desa Morkepek, Kecamatan Labang, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (28/3/2025) dan diikuti oleh banyak peziarah dari berbagai daerah.
Saya dan beberapa jamaah berangkat dari Sidoarjo sekitar pukul 21.30 WIB setelah menunaikan salat tarawih. Meski Sidoarjo diguyur hujan ringan malam itu, cuaca berubah cerah saat kami melintasi Jembatan Suramadu menuju Madura.
Kami tiba di kompleks Makam Mbah Kholil sekitar pukul 23.56 WIB. Sesampainya di sana, kami segera mengambil air wudhu dan melaksanakan pembacaan tahlil serta sholawat sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk almarhum.
Suasana di area makam tampak ramai oleh peziarah dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan. Mereka datang dengan tujuan yang sama, yaitu memanjatkan doa dan mengenang jasa Syaikhona Kholil sebagai ulama besar yang berjasa dalam perkembangan Islam di Indonesia.

Gus Pur, Pembina Padepokan Macan Jenggolo, menekankan pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai leluhur.
“Sebagai generasi penerus, kita tidak boleh melupakan adat dan budaya Jawa. Ziarah ini bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah berjasa menyebarkan ajaran Islam di Nusantara,” ujar Gus Pur.
Mbah Kholil, yang memiliki nama lengkap Muhammad Kholil bin Abdul Lathif, dikenal sebagai maha guru para ulama besar di Indonesia. Beliau adalah sosok yang dihormati karena keilmuannya yang mendalam dan peran pentingnya dalam membentuk generasi ulama di tanah air.
“Kami berziarah dengan niat mencari ridha Allah SWT dan memohon berkah dari perjalanan ini,” tambah Gus Pur.
Setelah selesai berziarah, rombongan melanjutkan kegiatan dengan sahur bersama di Jl. Haji Muhammad Noer, Pangpong, Kecamatan Labang, Bangkalan. Kebersamaan ini menjadi penutup perjalanan religi yang penuh makna bagi jamaah Sholawat Macan Jenggolo.
“Semoga perjalanan ini membawa keberkahan bagi kami semua, memperkuat iman, dan menumbuhkan rasa cinta kepada para ulama serta ajaran Islam,” pungkasnya.
(Dody)





