Klinik Tani Sirkular Milenial Resmi Dibuka di Krian, Sidoarjo: Sinergi Polda Jatim dan Unesa Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Pemuda Desa

Sidoarjo, Gema Nusantara – Sebuah langkah inovatif dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui peluncuran Klinik Tani Sirkular Milenial (STKM) di Desa Ponokawan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo (4/6/2005). Acara peresmian yang digelar di Balai Desa Ponokawan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Polda Jawa Timur, Polresta Sidoarjo, Polsek Krian, serta Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dalam upaya membangun pertanian berbasis komunitas lokal yang berkelanjutan.

Hadir dalam acara ini Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing, jajaran Polda Jatim, Kapolsek Krian Kompol I Gede Putu Atma Giri, serta Dekan Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, Prof. Dr. Nining Widyah Kusnanik, S.Pd., M.Appl.Sc. Turut hadir pula segenap perangkat desa, tokoh masyarakat, dan anggota PKK setempat.

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Christian Tobing menegaskan pentingnya program ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Ia menyebutkan bahwa STKM bukan hanya wadah konsultasi pertanian, tetapi juga instrumen pemberdayaan masyarakat desa, khususnya generasi muda.

“Program ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo melalui Asta Cita, yakni menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Klinik Tani ini menjadi jembatan antara teknologi, ilmu pengetahuan, dan kearifan lokal untuk menciptakan pertanian yang mandiri dan tangguh,” ujar Tobing.

Dekan Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, Prof. Nining Widyah Kusnanik, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pangan di masa depan. Menurutnya, kehadiran STKM menjadi ruang praktik nyata bagi mahasiswa dan akademisi untuk bersinergi langsung dengan masyarakat desa.

Sementara itu, Kapolsek Krian Kompol I Gede Putu Atma Giri menyatakan bahwa STKM merupakan inovasi perdana di Indonesia yang diharapkan menjadi model bagi daerah lain.

“Ini adalah motor penggerak inovasi pertanian pertama yang berakar dari desa. Kami yakin ini bisa menjadi percontohan nasional,” ungkapnya.

STKM menyediakan fasilitas konsultasi bagi para petani terkait berbagai isu pertanian, termasuk keluhan seputar distribusi dan penggunaan pupuk. Tak hanya itu, tersedia juga ruang podcast khusus yang memungkinkan para petani berbagi pengalaman, cerita sukses, serta tantangan yang mereka hadapi dalam membangun usaha tani mereka.

Program ini diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna, dan semangat milenial desa dalam membangun ekosistem pertanian yang adaptif dan produktif.

Dengan peresmian Klinik Tani Sirkular Milenial ini, Ponokawan selangkah lebih maju menjadi desa percontohan dalam pengembangan pertanian berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat dan mendukung agenda strategis nasional di sektor pangan. (Lisa-Arya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *