
Bandar Lampung, 1 Mei 2025 — Konflik internal di lingkungan Universitas Malahayati kembali memanas dan menarik perhatian publik. Tak hanya menyeret nama-nama tokoh yayasan, kali ini polemik tersebut mengguncang ranah pribadi sang pendiri, pengusaha ternama Rusli Bintang. Perseteruan yang semula bersifat rumah tangga kini menjelma menjadi drama perebutan kekuasaan di lingkup akademik, melibatkan tiga perempuan penting dalam hidup sang taipan: Rosnati Syech, Elly Rumengan, dan dr. Listiawati.
Sumber internal yang menolak disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa titik api konflik bermula saat Elly Rumengan—dikenal sebagai istri kedua Rusli Bintang—mengetahui bahwa suaminya diam-diam menikah lagi. Sosok baru yang mencuat ke publik adalah seorang dokter muda bernama dr. Listiawati, lulusan Universitas Malahayati yang juga disebut-sebut memiliki hubungan istimewa dengan sang pengusaha sejak masa kuliah.
Menurut informasi yang beredar, dr. Listiawati telah dihadiahi sebuah rumah mewah yang dijuluki “istana” di kawasan elit Harapan Indah, Bekasi. Bahkan, keterlibatannya dalam pembangunan Universitas Kartamulya Purwakarta—sebuah kampus megah yang dibangun dengan dana ratusan miliar rupiah oleh Rusli Bintang—kian menguatkan dugaan bahwa ia bukan sekadar sosok “anak angkat”, sebagaimana pernah dinarasikan. Namun, sebagian rumor menyebut bahwa kampus tersebut justru diperuntukkan bagi istri keempat Rusli Bintang, sementara dr. Listiawati telah dibangunkan sebuah klinik eksklusif di Jakarta.
Ketegangan semakin meningkat ketika Elly Rumengan diduga berusaha mengambil alih kepemimpinan Yayasan Altek yang menaungi Universitas Malahayati. Dalam sebuah akta notaris bernomor 243, tertanggal 17 Januari 2025, nama Rosnati Syech—istri sah pertama Rusli Bintang—tidak lagi tercantum sebagai pembina yayasan. Posisi tersebut justru digantikan oleh Elly dan anaknya.
Menanggapi hal tersebut, Rosnati Syech angkat bicara. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengundurkan diri dari posisi pembina, jabatan yang telah diembannya sejak 2007. “Saya tidak pernah menyatakan mundur. Berdasarkan undang-undang yayasan, seorang pembina hanya dapat diganti jika meninggal dunia atau mengundurkan diri secara sah. Maka akta itu batal demi hukum,” tegasnya. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kesewenang-wenangan yang melanggar aturan dan mencederai keadilan.
Namun, kisah dominasi Elly Rumengan tidak berhenti di situ. Ia juga diketahui telah menjadi pembina tunggal Yayasan yang menaungi IKI Jakarta, kampus bergengsi yang berdiri di tengah Mall Kelapa Gading dan dikabarkan dibeli Rusli Bintang dengan dana ratusan miliar. Sayangnya, kampus tersebut sempat diterpa isu miring seperti dugaan penjualan ijazah dan masalah administrasi, yang membuat salah satu program studinya ditutup oleh LLDIKTI.
Selain itu, Elly juga disebut-sebut telah menguasai Universitas Batam (UNIBA) dan rumah sakit di Batam. Kampus tersebut sebelumnya dikenal sebagai Universitas Abulyatama Batam—lembaga pendidikan yang dibangun Rusli Bintang dan kemudian diklaim telah bangkrut dan dijual. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kampus tersebut hanya berganti nama dan kini dikelola oleh keluarga Rumengan.
Langkah Elly Rumengan masuk ke dalam kepengurusan Yayasan Altek, menggantikan Rosnati Syech dan anak-anaknya, banyak dianggap sebagai bentuk pengambilalihan paksa atas Universitas Malahayati. Padahal, kampus tersebut dirintis dari nol oleh Rosnati bersama anak-anaknya. Banyak pihak menilai tindakan ini sangat tidak adil, mengingat peran sentral Rosnati dalam membesarkan yayasan dan mendampingi suami sejak masa perjuangan awal.
“Rusli Bintang pernah menyatakan bahwa Universitas Malahayati bukan milik pribadi, melainkan milik publik dan anak-anak yatim. Tapi faktanya, kini justru anak-anaknya sendiri dikeluarkan dari yayasan, sementara istri siri diangkat sebagai pembina. Ini jelas ironi dan bentuk kebohongan kepada publik,” ujar salah satu narasumber.
Drama internal keluarga Rusli Bintang yang menyeret kepentingan pribadi ke ranah lembaga pendidikan kembali menyoroti lemahnya perlindungan hukum terhadap peran istri pertama dalam konflik rumah tangga. Di tengah pertarungan antara istri kedua dan ketiga, istri pertama dan anak-anaknya justru menjadi pihak yang paling dirugikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Rusli Bintang maupun pihak-pihak yayasan terkait. Polemik ini pun diprediksi masih akan terus bergulir dan menjadi sorotan, baik di kalangan akademisi maupun masyarakat luas.
(Gus/Nur)





