
Sidoarjo, Gema Nusantara – Di tengah rutinitas patroli pengamanan wilayah, Kapolsek Taman Polresta Sidoarjo, AKP Inggit Prassetyanto menunjukkan esensi sejati dari tugas kepolisian untuk melindungi dan melayani masyarakat tanpa syarat. Rabu pagi (23/7/2025), sebuah insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas padat Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, melibatkan sepeda motor dan dump truck bermuatan material. Dalam hitungan menit, bantuan tiba bukan dari ambulans, tetapi dari mobil patroli polisi.
Sekitar pukul 09.45 WIB, saat memimpin patroli rutin pemantauan kamtibmas, AKP Inggit bersama sejumlah anggotanya menemukan kecelakaan tersebut. Korban adalah satu keluarga terdiri dari sepasang suami istri dan seorang anak balita. Ketiganya mengalami luka-luka akibat benturan keras. Melihat kondisi yang mengkhawatirkan, Kapolsek tak hanya memerintahkan penanganan, tetapi turun langsung memberikan pertolongan pertama.
Tak berselang lama, ambulans tiba setelah koordinasi sigap dilakukan melalui call center terpadu. Ketiga korban segera dievakuasi ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Sementara itu, Unit Laka Lantas Polresta Sidoarjo langsung dikerahkan guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap kronologi pasti kecelakaan.

Kehadiran Kapolsek dan jajarannya tidak hanya menenangkan warga sekitar, tetapi juga memastikan lalu lintas tetap tertib di tengah situasi darurat. Tindakan tersebut mencegah potensi kecelakaan lanjutan di jalur padat yang dikenal sebagai penghubung vital antarwilayah di Kabupaten Sidoarjo.
“Kehadiran polisi di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan. Kami akan selalu siap membantu kapan pun dan di mana pun, demi keselamatan dan keamanan warga,” ujar AKP Inggit saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Langkah responsif ini menjadi gambaran konkret transformasi kultural di tubuh Polri—dari sekadar penegak hukum menjadi penjaga kemanusiaan.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menciptakan budaya tertib lalu lintas. Kepolisian, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri.
Peristiwa ini, menurut pihak kepolisian, harus menjadi pengingat bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan raya bisa berdampak fatal. Kesadaran dan kedisiplinan harus dimulai dari diri sendiri. Meski belum ada informasi resmi soal penyebab utama kecelakaan, pihak berwenang telah mengamankan kendaraan terlibat untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara kondisi korban dikabarkan dalam penanganan intensif, Polresta Sidoarjo memastikan akan terus memantau perkembangan kasus dan memberikan pendampingan jika dibutuhkan.
Tindakan cepat Kapolsek Taman mencerminkan wajah humanis kepolisian yang terus dibangun di era modern. Bukan sekadar hadir sebagai aparat berseragam, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam situasi krisis. Masyarakat membutuhkan lebih banyak sosok seperti ini, yang tidak hanya hadir ketika diminta, tetapi juga sigap dalam mengambil inisiatif saat nyawa dipertaruhkan. (Lisa-Arya)





