
Surabaya, Gema Nusantara – Kota Pahlawan kembali tercoreng dalam dinamika politik lokal. Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menandatangani Surat Permohonan Maaf kepada Ormas MADAS pada 6 Januari 2026 di Auditorium UNITOMO. Penandatanganan ini disaksikan Rektor UNITOMO yang bertindak sebagai mediator, namun memicu gelombang kecaman luas dari warga Surabaya.
Peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam setelah kelompok arek Suroboyo WANI menggelar konferensi pers menanggapi laporan Armuji dan warga ke Polda Jawa Timur oleh Ormas MADAS. Tindakan Wawali Surabaya tersebut dinilai menghancurkan harga diri, harkat, dan martabat Surabaya.
Heru MAKI, Ketua LSM MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, ditemui awak media Rabu, 7 Januari 2026, di kediamannya. Ia menegaskan bahwa peristiwa penandatanganan surat permohonan maaf Wawali Surabaya merupakan tindakan yang memalukan dan mencoreng kehormatan Kota Pahlawan.
“Ini bicara harga diri arek Suroboyo, martabat, dan kehormatan pemimpin yang dipilih secara demokratis. Apa yang terjadi kemarin adalah pukulan bagi semua warga Surabaya,” tegas Heru.
Senada, Drg. David, tokoh masyarakat Surabaya, mengecam keputusan Armuji sebagai langkah bodoh yang meninggalkan luka mendalam bagi arek Suroboyo yang identik dengan semboyan WANI.
Akibatnya, sejumlah tokoh masyarakat sepakat menggelar Apel Siaga Arek Suroboyo WANI di halaman Balai Kota Surabaya. Acara ini bertujuan menolak premanisme dan mengecam narasi pengkotakan berbasis suku atau golongan yang pernah disampaikan Walikota Surabaya.
“Suroboyo WANI akan menjadi narasi utama. Ribuan massa dipastikan hadir sebagai bukti ketegasan arek Suroboyo,” ujar Heru MAKI.i
Selain itu, Heru MAKI bersama Drg. David, Mas Purnama, dan Mas Ruddy Gaol berencana mendatangi UNITOMO untuk menanyakan langsung konsep dan desain pertemuan yang berujung pada permintaan maaf Wawali tersebut.
Peristiwa ini menandai ketegangan serius antara aparat pemerintahan dan masyarakat, memicu protes publik, dan menjadi catatan penting bagi demokrasi lokal di Surabaya.Pungkasnya.
(Gus/Edy)





