Sosialisasi Pemilahan Sampah di Kampung Pancasila Wonokromo, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Nyaman

Surabaya, Gema Nusantara – Pemerintah Kota Surabaya terus konsisten melakukan pembinaan kepada masyarakat dalam rangka menegakkan semangat Kampung Pancasila. Salah satu wujud nyata upaya tersebut terlihat dalam kegiatan sosialisasi bertema “Kampung Girli RW 07, Semoga Nyaman dan Kerasan. RW Tujuh Mengolah dan Memilah Sampah Ikhlas Tanpa Batas”, yang digelar di RW 07 Kelurahan Wonokromo, Rabu pagi (5/11/2025).

Istilah “Girli” dalam tema kegiatan ini menarik perhatian peserta, karena merupakan singkatan dari Pinggir Kali, ciri khas wilayah RW 07 Wonokromo yang berada di tepi sungai.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung di halaman rumah Ketua RW 07, Jalan Pulo Tegalsari Sungai Gang VI Nomor 21, dihadiri ratusan warga dan dipelopori oleh para ibu-ibu kader lingkungan. Sejumlah pejabat dan perwakilan instansi turut hadir, antara lain dari BPBD Kota Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat dan Lurah Wonokromo beserta jajaran, Puskesmas Wonokromo, Dinas Pemadam Kebakaran (PMK), Satpol PP, BPJS Ketenagakerjaan, serta pelaku UMKM Ecoprint dan mahasiswa UPN Surabaya.

Acara dimulai pukul 09.30 WIB, dibuka oleh MC Ibu Santi, dan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan semangat gotong royong.

Perwakilan BPBD Kota Surabaya, Irvan, dalam paparannya menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui semangat gotong royong. Ia juga mengapresiasi peran besar kaum ibu yang berkontribusi hingga 80 persen dalam aktivitas rumah tangga, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Ketua Kelsi RW 07 Ibu Iin memperkenalkan inovasi pengelolaan sampah organik melalui metode “Galon Kura Surabaya”, hasil modifikasi dari metode Keranjang Takakura. “Metode ini lebih praktis dan ekonomis karena menggunakan galon bekas. Kami menjual alatnya seharga Rp 30.000 per unit, sementara pupuk organik hasil olahan masih digunakan secara internal oleh kelompok KSH RW 07,” jelasnya.

Dari sisi pemberdayaan ekonomi, pelaku UMKM Ecoprint Ibu Titin Irawati mengajak warga untuk mengaktifkan bank sampah serta mengolah limbah organik menjadi ecoenzyme, cairan alami multifungsi yang dapat digunakan sebagai sabun, pembersih lantai, hingga hand sanitizer. Ia menekankan bahwa pemanfaatan bahan alami ini mendorong gaya hidup sehat sekaligus ramah lingkungan.

Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Rahadian Ali, turut memaparkan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan iuran terjangkau Rp 16.800 per bulan. Program tersebut melindungi peserta dari risiko kecelakaan kerja hingga santunan kematian. Sebagai bentuk apresiasi, BPJS juga menyiapkan doorprize bagi warga yang aktif dalam sesi diskusi.

Dari DLH Kota Surabaya, Ibu Satiah menyampaikan bahwa cita-cita menjadikan Surabaya sebagai kota yang indah, bersih, dan nyaman memerlukan kerja nyata seluruh lapisan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa Ketua TP PKK Kota Surabaya akan melakukan kunjungan mendadak ke sejumlah RW menjelang lomba pengelolaan sampah organik antarwilayah.

Sementara itu, perwakilan PMK Kota Surabaya, Iswanto, memberikan edukasi tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Tim PMK bahkan melakukan demonstrasi langsung cara memadamkan api dengan alat sederhana hingga Alat Pemadam Kebakaran (APK).

Menutup kegiatan, Lurah Wonokromo Prima Sri Poerwiendari, S.E., menyampaikan apresiasi tinggi kepada warga RW 07 atas antusiasme dan partisipasi aktif mereka.“Acara seperti ini menjadi bagian dari edukasi sekaligus penguatan semangat gotong royong menuju Kampung Pancasila yang damai, indah, bersih, dan nyaman,” ujarnya. (Triwono)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *