Site icon MediaGetar.com

Dapur Gizi Desa Prasung Resmi Jalan, Libatkan UMKM dan Serap Puluhan Tenaga Kerja

Sidoarjo, Gema Nusantara – Memperkuat ketahanan gizi masyarakat di tingkat desa mulai menunjukkan bentuk konkret. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Prasung, Kecamatan Buduran, kini resmi beroperasi dan langsung menargetkan ribuan penerima manfaat dari berbagai kelompok rentan.

Fasilitas yang diresmikan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana pada Kamis (16/4/2026) itu diproyeksikan melayani sekitar 3.000 orang. Sasaran program mencakup siswa dari delapan sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita dalam radius distribusi mencapai 6 kilometer dari dapur produksi.

Di balik operasionalnya, sistem kerja dapur gizi ini dirancang berjenjang dan terjadwal ketat. Kepala SPPG Desa Prasung, Andri Febriansyah, menjelaskan bahwa aktivitas dimulai sejak sore hari hingga pagi untuk memastikan makanan siap didistribusikan tepat waktu.

Ia menjelaskan bahwa persiapan dimulai pukul 17.00 WIB, dilanjutkan pengolahan makanan sekitar pukul 00.00, pemorsian pukul 02.00 dini hari, dan distribusi dimulai pukul 07.00 pagi.

Tak hanya berorientasi pada layanan kesehatan, keberadaan SPPG juga diarahkan menjadi simpul penggerak ekonomi desa. Kolaborasi dengan pelaku UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih membuka peluang rantai pasok berbasis lokal, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga penciptaan lapangan kerja baru.

Ia menambahkan bahwa dapur SPPG tersebut dapat membuka lapangan kerja dan bekerja sama dengan UMKM serta Koperasi Desa Merah Putih, sementara bahan pangan seperti ikan, tempe, dan tahu dapat diproduksi dari desa sendiri.

Dari sisi kesiapan, fasilitas ini telah dilengkapi sarana penunjang sesuai standar, termasuk ruang penyimpanan dingin serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Hal tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.

Dalam peresmian tersebut, Mimik Idayana juga menekankan bahwa aspek kebersihan menjadi fondasi utama dalam operasional layanan gizi. Ia mengingatkan seluruh petugas untuk disiplin menjalankan prosedur demi menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa kebersihan harus dijaga, seluruh petugas wajib mengikuti standar karena hal tersebut menyangkut kesehatan anak-anak, serta masyarakat juga harus ikut mengawasi agar pelayanan berjalan baik.

Sebanyak 50 tenaga kerja, baik staf maupun relawan, dilibatkan dalam operasional dapur ini. Dengan sistem yang telah berjalan serta dukungan lintas sektor, SPPG Prasung diharapkan mampu menjadi model layanan gizi berbasis desa yang berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Lisa)

Exit mobile version