Site icon MediaGetar.com

Atap Roboh di SDN Sidokepung, Bupati Tawarkan Skema Cepat hingga Gedung Bertingkat

Gema Nusantara – Aktivitas belajar di SDN 1 Sidokepung, Buduran, Sidoarjo, terpaksa bergeser dari ruang kelas ke perpustakaan. Kondisi ini terjadi setelah sebagian bangunan mengalami kerusakan serius akibat ambruknya atap saat hujan deras beberapa hari lalu.

Dengan jumlah siswa mencapai ratusan, keterbatasan ruang menjadi persoalan yang kini semakin terasa. Dari total 13 rombongan belajar, sekolah tersebut hanya memiliki 11 ruang kelas, sehingga penyesuaian harus dilakukan agar kegiatan belajar tetap berlangsung.

Peristiwa ambruknya atap sendiri terjadi pada Selasa pagi, tepat sebelum kegiatan belajar dimulai. Kepala sekolah, Sri Wahyuni, memastikan tidak ada korban dalam kejadian tersebut karena siswa belum berada di dalam ruangan.

“Kejadiannya selasa pagi. Alhamdulillah siswa sedang berada di luar kelas, jadi tidak ada korban jiwa,” ungkap Sri.

Situasi tersebut kemudian mendapat perhatian langsung dari Bupati Sidoarjo H. Subandi yang melakukan inspeksi mendadak pada Sabtu (18/4/2026). Ia menilai kondisi bangunan sudah tidak memadai dan membutuhkan penanganan segera.

“Hasil peninjauan menunjukkan kondisi ruang belajar memang sudah tidak memadai, baik fasilitas maupun bangunan. Atapnya rusak berat,” ujar Subandi di lokasi.

Sebagai langkah cepat, pemerintah daerah mempertimbangkan penggunaan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk memperbaiki bagian atap dan plafon yang rusak agar ruang kelas bisa kembali digunakan.

“Jika ingin solusi cepat, sementara bisa pakai dana BTT untuk pembenahan atap dan plafon. Tapi untuk jangka panjang, saya sarankan perencanaan gedung dua lantai mulai akhir 2026, agar 2027 bisa terealisasi,” tegasnya.

Di sisi lain, keterbatasan ruang belajar di sekolah tersebut bukan persoalan baru. Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, Tirto Adi, mengakui kebutuhan tambahan ruang kelas sudah lama menjadi perhatian, meskipun belum dapat direalisasikan tahun ini karena keterbatasan anggaran.

“Untuk tahun 2026 ini memang belum ada alokasi khusus karena efisiensi anggaran. Namun kami tetap mengupayakan solusi sesuai arahan Bupati,” kata Tirto.

Secara keseluruhan, Pemkab Sidoarjo saat ini tengah menggarap puluhan proyek infrastruktur pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp47 miliar di 54 lokasi. Program tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan fasilitas pendidikan, termasuk yang terjadi di SDN 1 Sidokepung.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan tidak bisa ditunda, terutama di wilayah dengan jumlah siswa yang terus bertambah.

(Lisa)

Exit mobile version